TARUNG PERESEAN (stick fight)

Peresean adalah upacara ngayu-ngayu atau disebut juga dengan istilah Nede yakni upacara selamet mata air untuk memohon hujan.

Upacara ini dilaksanakan dimusim kemarau. Pemimpin upacara yaitu seorang tokoh spiritual dalam tradisi suku Sasak disebut Mangku melakukan ruwatan dengan memetong hewan kurban baik berupa binatang ayam, kambing atau sapi sebagai simbul persembahan kepada penguasa alam.

Peresean tarung orang berang Peserta upacara di ajak untuk memanjatkan doa bersama memohon agar penguasa alam menurunkan hujan, agar supaya usaha pertanian mereka berhasil. Upacara dilanjutkan dengan makan bersama di sekitar mata air dengan hidangan yang ditata secara khusus dalam sebuah wadah bernama Dulang Tinggang, Wadah ini terbuat dari lempengan kayu yang memiliki satu kaki berbentuk pilar. Di dalam wadah ini disusun dengan rapi jenis makanan lauk pauk dan buah-buahan.

Menjelang 17 Agustus ( Hari Kemerdekan Bangsa Indonesia) biasanya acara Tarung Peresean digelar, Peresean adalah salah satu seni bela diri selain pencak silat yang sangat di gandrungi oleh masyarakat lombok. Peresean adalah duel yang dilakukan dengan media penjalin(rotan), dan tameng, dimana pihak yang paling sering kena sabetan rottanlah yang kalah dan tentu saja atas keputusan juri( pengembar). Tarung peresean biasanya di adakan di daerah yang memiliki lapangan besar seperti di lapangan Pringgarta Lombok Tengah...

Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan menampilkan peresean oleh petarung / Pepadu yang berasal dari desa setempat. Arena permainan cukup dalam sebidang tanah yang lapang kira-kira 10 m2 (persegi) atau batas arena hanya ditandai oleh barisan penonton yang berhimpun.

TARUNG PERESEAN lombok sasak berang Biasanya pertarungan dilaksanakan oleh minimal tiga pasang petarung, uniknya ketika salah satu dari petarung kena pukulan rotan dibagian kepala dan mengeluarkan darah (Sasak : Bocor ) , maka para penonton akan berteriak aiq, aiq, aiq...!! yang berarti air, air, air.. !!!. Teriakan tersebut bermakna agar air segera diturunkan oleh Sang Maha Pencipta ke bumi.